Latest Post

Papua im Laufe der Zeit

Papua von Rezim zu Rezim



Kolonials Zeit
Å      Am 17 März 1824
Londons Vertrag , Die Niederlande und England hatten das indische Gebiet verteilt. Die Niederlande erhielt Sumatra, Java, Maluku und Neue Guniea ( Neue Guinea am westlichen Gebiet).
Å      1942-1944
Größer Teil von nordöstlichem Gebiet der Niederlande-Neue Guinea wird von japanischen Truppensolden geherrscht.
Era von Präsident Soekarno
Å      Am 23. August 1945
Sechs Tage nach der Unabhängigkeit, Soekarno hat das beherrschte Gebiet  "von Sabang bis Merauke" verkündet.
Å      Am 15. November 1946
Bei der  Linggarjati'sche Übereinstimmung  gehörte Niederland Neue Guinea nicht zu Indonesiens Gebiet.
Å      Am 1. Dezember 1956
Von der indonesischen Regierung wird Papua ein Autonomiegebiet  mit dem Name Irian Barat benannt, wo  es in Tidore zentriert ist.
Å      Am 1. Dezember 1961
Die Niederlande hat den Name Niederlande neue Guinea mit West Papua gewechselt.
Å      Am 19. Dezember 1961
 Der Indonesische Präsident Soekarno verkündete Tri Komando Rakyat, um  West Papua auf das Indonesische Gebiet zu entreißen.
Å      15 August 1962
Nach New Yorks Vertrag ist , dass die Niederlande ihre Mächte auf West Papua zu Indonesischen Regierung übergeben werden sollte.
Å      Am 1. Oktober 1962
Die vereinten Nationen, The United Nation Temporary Executiv Authority ( UNTEA), übernahm West Papua.
Å      Am 1. Mai 1963
Die Regierungsübergabe von UNTEA zu Indonesien wurde stattgefunden. Und die Verteilungsgebiet für die Landkreisgebiet wurde von Indonesien angehalten.
Era von Präsident Soeharto (Neue Orde)
Å      am 14 Juli - 2 August 1969
Die Durchführung PEPERA  oder auf Englisch sog. Act of free Choice wurde von UNTEA stattgefunden. Das Ergebnis von PEPERA hat gezeigt, dass die Option zur Integration in Indonesien groß war. Seit dem Moment ist West Papua einen Teil von Indonesien  geworden. Vor dieser Zeitpunkt wurde von Militärexpansion auf vielen Gebieten in west Papua ausgeübt. Im Bezug dazu führt zu vielen Vergewaltigung von Soldaten und Verletzung  an die Ureinwohner  auf vielen Regionen in Papua.
Å      Am 10 September 1969
Präsident Soeharto hatte neue Langkreisen in Papua Provinz geweiht und er hatte auch Papua als 17. Provinz des Indonesiens geweiht.
Å      Am 1. März 1973
 Der Name des Gebiets Papua, das vorher Irian Barat heißte, wurde als Irian Jaya ausgetauscht.
Era von Presinden BJ Habibi
Å      Am 4. Oktober 1999
 UU Nr. 45/1999 über Abschaffung der 2 Provinz mittel Irian Jaya und west Irian Jaya wurde von Papuas Abgeordneten abgelehnt. Mit dem Dekret  No. 327/1999 Präsident BJ Habibi hatte Gouverneur von die 2 neue Provinz  gehoben.
Era von President Abdurahman Wahid (Gus Dur)
Å      Am 1. Januar 2000
 In Jayapura hatte Wahid die Abwechselung des Namens von Irian Jaya zu Papua geweiht.
Å      Am 29. Mai bis 3. Juni 2000
Das Kongress Papua I hatte die Integration von Papua zu Indonesien versagt.
Era von Resident Megawati Soekarnoputri
Å      Am 21 November 2001
UU No 21/2001 zur besonderen Autonomie für Papua Provinz wurde veröffentlicht.
Å      Am 27 Januar 2003
Inpres Nr. 1/2003 zur Beschleunigung der Aufbau von Papua wurde bekannt gegeben.
Era von Präsident Susilo Bambang Yudoyono
Å      Am 30 Oktober 2004
Die Regierung wurde durch Präsident SBY die Volksabgeördneten MRP bestätigt.
Å      Am 18. April 2007
Zum mehrmaliger Namensabwechselung wurde bisherige Name Papua Barat  gewechselt.
Å      Am 20. September 2011
Durch Perpres Nr. 65/2011 hat die Regierung das Programm zur Beschleunigung des Aufbaus Papua und westlichen Papua (UP4B) eingeführt. Danach kam noch Perpres No. 66/2011 zur Vervollständigung  UP4B.
Era von Präsident Joko Widodo
Å      Am 30. Oktober 2014
   Arbeit und Transmigrationsminister eröffnete zur Trasmigrationsekspansion auf Papua mit der Zusammenarbeit mit Soldaten und Polizei.
Å      Am 31- Oktober 2014
Der Innenminister hat wieder eine Erteilung zur Öffnung das neue Provinz nämlich  Papua tengah Provinz (Mittel Papua) ausgesprochen.
Å      Am 28. November 2014
Der Präsident hat mit dem neuen Hauptquertieraufbau der Militär in Manakwari west Papua Barat zugestimmt.


Quelle : ELHAM PAPUA, Das wurde von vielen Quellen angenommen.



 

Loop Kepo Jayapura at SMAN 3 Kota Jayapura

 

Masyarakat Papua

Suara-suara di Papua
Negara
PAPUA (INDONESIA)
Populasi
2.2 Juta didalam 312 bahasa
Masyarakat Papua  
Laki-laki dari suku korowai dan anaknya
           

Papua barat merupakan setengah dari Pulau Neuguniea dan termasuk kedalam Indonesia. Diatas Tanah ini dikuasai oleh  budaya yang besar dan luar biasa juga berbagai macam bahasa. Disini hidup 0.02 %  penduduk bumi dan 15% bahasa di Dunia yang di bicarakan.

Bagaimana mereka hidup ?
Papua barat adalah tanah bagi 312 orang dari berbagai suku termasuk juga masyarakt dihutan yang yang tidak mendapat ruang kontak dengan dunia luar.
Daerah gunung di dalam Papua barat adalah tempat bagi penduduk yang mendiami daerah gunung  dan mereka  juga berternak babi dan menanam petatas. Masayarakat yang hidup di derah lembah di rawa-rawa  dan mengalami gangguan penyakit  Malaria di daerah pantai. Mereka berburu  apa saja yang ada di hutan dan juga sebagai pengumpul .
ibu-ibu dan anak-anak dari suku Kombai membawa kayu api dan makanan  dan
pulang ke rumah setelah mereka mengumpulkanya dari hutan-hutan


Text Box: Ibu-ibu dan anak-anak dari suku Kombai kembali dengan Kayu bakar dan makan
ke rumah yang mereka kumpulkan dari hutan-hutan


Masalah-masalah apa yang apa yang mereka hadapi ?
Semua masyakarat Papua  barat mengalami  penderitaan yang sangat pahit di bawah kedudukan Indonesia sejak tahun 1963 yang sedang berlangsung.
Tentara Indonesia dikenal karena pelanggaran Ham pada penduduk di Papua barat dan menampilkan sebagian besar sikap rasis mereka yang mereka pandang orang papua sebagai mana tidak lebih dari binatang.
Kekayaan alam di Papua barat dengan keuntungan besar untuk Indonesia  dan Perusahan Perusahan asil yang mempunyai modal untuk itu. Meskipun itu adalah anaugarah bagi masyarakat dari Papua barat.
ketika perusahan-perusahan berskala internasional ke West Papua mereka mengantar militer Indonesia masuk untuk melindungi project Penting mereka. Dengan Militer banyak membawa kasus HAM seperti pembunuhan dan penangkapan sewenang-wenang, kekerasan-kekerasan dan penyiksaan ke daerah-daerah.

 
Orang papua di intimidasi oleh tentara indonesia



Setiap orang Papua yang melawan pemerintah Indonesia, militer atau project penting  kemungkinan besar sekali teracam HAM.

Bagaimana sulvial membantu ?
Survival menampilka keadialan untuk masyarakat Papua barat kedalam hidup kedamaian di atas tanah mereka . Survival menyikapi HAM dan melawam itu dan melauncing kampanye untuk keadilan dari orang Papua di atas tanah asal mereka.
Kami melindungi perlawanan orang papua yang menentang Projekt yang menyambungkan mereka dan tanah mereka oleh kerusakan. Jadi misalnya pada instansi pengeditan paper yang berencana dibangun di perusahan Scott Papier diatas tanah Auyu. Rencana ini diberhentikan oleh protes internasional.
Survival meminta pemerintah Indonesia untuk masuk didalam sebuah dialog dengan Masyarakar dari papua barat . Agar mereka dapat menentukan cara hidup mereka dan masa depan mereka

Apa yang saya lakukan ?
Ada kemunkinan untuk membantu. Mereka biasa menulis sebuah surat untuk orang Papua atau untuk kerja kami dengan dukungan sumbangan uang. (Grenville Charles)

Source (stammen): http://www.survivalinternational.de/indigene/papua
 

Acara Penamatan siswa asing dari Studienkolleg Zittau-Jerman untuk SS (semester genap) 2014

ACARA PENYERAHAN SERTIFIKAT KELULUSAN KEPADA PARA TAMATAN STUDIENKOLLEG ZITTAU DI ZITTAU
Para penari Pangkur Sagu
            Zittau(11/07/14) Hampir setiap Wintersemester dan Sommersemester acara penyerahan Sertifikat kepada lulusan Studienkolleg Zittau dilaksanakan. Studienkolleg sendiri adalah sebuah lembaga formal yang bergerak dibidang pendidikan yang bertujuan untuk memberikan bimbingan belajar dan sekaligus penyetaran pendidikan dengan system pendidikan luar negeri jerman kepada semua mahasiswa asing yang telah menyelesaikan sekolah menegah atas di Negara asalnya dan berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di jerman.  Di studienkolleg pembelajaran yang akan diberikan hampir sama dengan pembelajaran di tinggal prakuliah di Indonesia.
Para tamatan Studienkolleg yang akan melanjtukan Studienya
pada Wintersemester 2014/2015.
            Pada penyerahan sertifikat kali ini sangat berbeda dengan penamatan-penamatan sebelumnya. Itu dikarenakan keikutsertaan tarian Pangkur sagu dari Papua yang dibawakan oleh mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Zittau Jerman. Dan kepala Studinenkolleg sendiri yang juga sebagai pembawa pada acara penamatan mengatakan bahwa tarian Pangkur sagu merupakan sebuah tarian Budaya yang hanya dapat ditemukan di wilayah timur indonesia yaitu di Pulau Papua. Ditambahkannya bahwa, tarian yang dibawakan oleh mahasiswa papua ini merupakan  puncak dari acara ini.
            Acara ini merupakan sebuah acara yang spesial untuk semua peserta ditamatkan pada hari itu juga kepada semua wali orang tua dan undangan lain yang turut hadir dalam acara itu. Oleh karena itu kepala Studienkolleg dan juga Rektor Hochschule Zittau/Goerlitz yang turut hadir dalam acara menginginkan bahwa para penari juga dapat mengambil bagian dalam acara-acara dari Hochschule pada waktu yang akan datang.

            Para penari yang terdiri dari 4 pasang penari ini di berikan kesempatan oleh pembawa acara sekitar 6 menit untuk menari di panggung dan ketika para penari itu mulai masuki  panggung acara, para hadirin dan peserta menyambutnya dengan standingapplouse dan respon dari peserta itu terus berlangsung hingga para penari meninggalkan panggung. Sebagai putra Papua merasakan dan melihat sendiri hauforia pada waktu itu dan disisi lain sangat bangga karena dapat melihat tarian itu di tarikan oleh anak-anak putra-putri Papua sendiri dengan sangat apik dan elegan. Hingga  beberapa kollega saya sendiri takjub dan satu diantara mereka ada yang mengatakan kepada saya begini „ das ist dein Kultur (itu budaya kamu) „ lalu saya spontan membalasnya „ja“ (ya) sambil tersenyum melihat wajahnya yang heran melihat gerakan dan hiasan para penari itu. Dia juga mengatakan „ Ich will eines Tages nach papua fliegen, um dies Tanzen richtig von der Naehe anzuschauen“ (saya ingin suatu hari ke papau untuk melihat dari dekat tari ini). Tarian dan sambutan hangat kollega saya ini menjadi motivasi buat saya sebagai tunas muda Papua untuk tetap menjaga dan mengembangkan tarian ini dalam perkembangan zaman yang begitu cepat agar dia tetap kokoh dan tetap dapat di nikmati oleh generasi-kegenerasi berikut kelak nanti. (Guti)   


 

Natal Papua di Jerman 2013

Natal Papua di Jerman

(Zittau,26/12/13) Datanglah ya Raja damai itulah Thema besar yang di ambil pada perayaan natal bersama para mahasiswa/i di Jerman yang di selengarakan di Kothen (Sachsen Anhalt). Natal yang diadakan oleh para mahasiswa/ Papua di  jerman ini merupakan sebuah wadah untuk mempererat ikatan persaudaraan dan keakraban Antar satu sama lain. Dalam acara natal ini juga Kotbah yang di  Bawakan langsung oleh
Suasana natal pada perayaan natal Papua di
Kothen (Jerman)
Pdt. Otniel Maniri langsung dari papua yang menggaris bawahi dalam kotbahnya bahwa Setiap mahasiswa di jerman harus menjadi saksi-saksi damai di manapun mereka berada dan menjadi lilin yang menjadi cahaya bagi setiap orang yang membutuhkan terang. Dilanjutkan juga oleh pendeta Otniel bahwa setiap mahasiswa/I yang ada di jerman ini agar tetap menjaga semangat  juang juga kepecayaan masyakat papua yang menjadi tanggung jawab besar yang diembani dan disampaikannya pula untuk banyak-banyak mencuri ilmu agar kelak nanti ketika kembali ke papua dapat membangun Papua sesuai dengan Profesionalitas bidangnya masing-masing yang di milikinya. Selain itu kebahagiaan juga mewarnai natal itu karena tamu yang datang bukan hanya dari sekitar Negara bagian Sachsenanhalt melainkan dari berbagai Negara bagian di Jerman baik dari Utara, barat, selatan dan timur. Tidak hanya itu kedatangan tamu dalam acara itu juga datang dari belanda dan amerika. Pada kesempatan yang baik itu ketua Panitia Fredy kenelak mengatakan bahwa acara ini berlangsung atas kerja keras semua pihak dan tentunya dengan perjuangan keras para panitia. walaupun mengalami tantangan dalam hal Finansial tetapi juga mengalami perang antar roh (iblis). Ditambahnya juga bahwa dalam natal ini Panitia mengeluarkan dana dengan jumlah 1467 Euro yang berasal dari sumbangan sukarela dan dari khas Partiecrew (kumpulan mahasiswa/I di Koethen yang pada hari-hari tertentu berkumpul dan berdoa). Dalam acara yang berlangsung meriah itu yang diisi dengan berbagai jenis games dan lagu-lagu penyembahan yang meriah dan juga pada penghujung acara diadakan pemilihan ketua PMP (persatuan mahasiswa Papua) untuk yang pertama kalinya. Dikatakan ketua Panitia pemilihan PMP Fani B. Akwan bahwa, PMP memiliki visi dan misi yang jelas pada dasarnya organisasi ini bertujuan untuk menghimpun semua mahasiswa yang baru datang ke jerman dari Papua juga sebagai wadah untuk mempersatukan semua mahasiswa yang berasal dari Papua di jerman baik itu mahasiswa papua asli maupun non Papua yang berasal dari papua. Selain itu ditambahkannya pula bahwa organisasi ini akan bergerak dibawah pengawasan KBRI Jerman juga akan berada di sayap kanan organisasi utama yaitu PPI jerman. Dalam acara pemilihan itu, sebelumya telah di tetap 5 bakal calon namun dalam keputusan akhir panitia yang di sampaikan oleh Panitia pemilihan bahwa, hanya 4 bakal calon yang layak untuk untuk menjadi calon dan akan di naik menjadi calon ketua PMP. 4  calon itu Antara lain ialah Alfredo Nyai, Gideon Meosido, Ryan Mehuse dan Fredi kenelak. Dalam schnellrechnung yang dilakukan oleh panitia Pemilihan PMP bahwa Fredy kenelak menang telak dengan memperoleh jumlah suara 31 suara dari jumlah 69 suara yang memilih. Dalam kesempatan itu juga Fredi kenelak yang juga sekaligus ketua Panitia dan juga ketua PMP terpilih mengucapkan banyak terimakasih kepada semua mahasiswa/i yang sudah sekiranya berpartisipasi dalam dalam acara natal dan semua yang telah memilihnya untuk menjadi ketua PMP untuk priode 2 tahun ke depan. Fredi kenelak juga berjanji akan membangun organisasi PMP menjadi sebuah wadah pemersatu dan menjadikan semua mahasiswa Papua ikut terlibat dalam setiap kegiatan organisasi yang akan di buat dalam masa kepemimpinannya. (guti)    
 
 
Support : SAVE THE ENVIROMENT OF WEST PAPUA | INFO PAPUA | KNPB NEWS
Copyright © 2011. PAPUA TO OUR WORLD - All Rights Reserved
Template Created by Mr.YOGIX FWP Published by AGUSTINUS GIYAI
Proudly powered by Blogger