(18/092017-Löbau) Pembangunan Gereja Katolik „Nama Maria“ dimulai dengan peletakan Batu pertama pada tanggal 18 September 1890. Gereja ini disebut juga „Doppelgängerin“ atau kembaran dari sebuah Gereja Katolik di Selzthal di Steiermark/ Austria. Gereja dirancan oleh para Pater Benedikt dari Kloster Emmaus di Prag, Ceko. Gereja yang dibangun dalam 2 tahun ini kemudian pada tahun 1892 diresmikan oleh Uskup Dr. Ludwig Wahl. Baru Pada tahun 1906 dijadikan sebuah paroki yang disebuk Paroki „ Nama Maria“ Löbau.
Jika kita berjalan di jalan August-Bebel-Straße , dimana gereja ini berada. Kita akan dikagetkan dengan sebuah gerbang kecil yang menuju ke sebuah pintu kecil didepan Gereja. Namun pintu ini bukanlah pintu utama. Pintu utama Gereja yang sebenarnya berada di berlakang Gereja itu. Untuk itu orang harus berjalan melalui jalan itu lurus kemudian menunju arah samping Gereja, untuk masuk ke Gereja ini, ini dikarenakan Arsiterktur Gereja yang diranacang sedemikian rupa. Dengan begitu orang menyebutnya dengan sebutan „Die Kirche steht Verkehrtherum“ atau Gereja yang berdiri berbalik ke belakang.
Mayoritas Umat digereja ini para pensionan Pegawai dan sangat sedikit sekali orang muda yang terlihat atau berpartisiasi. Ini kemungkinan dikarenakan revolusi yang cepat dan nilai-nilai kehidupan dari Gereja yang mustinya hidup dalam setiap individu itu mulai redup. Juga disebabkan oleh perkembangan zaman yang begitu cepat dan ketidakmanpuan seorang individu mewariskan nilai-nilai sosial dan budaya yang baik dari generasi sebelumnya.
Walaupun begitu, acara perayaan kali ini sangatlah meriah. Kami Chor dari Paroki Zittau juga mengambil bagian dalam misa yang dirayakan hari, beberapa Pastor dari Paroki terdekat juga diundang dalam acara Perayaan hari lahir Gereja Katolik „Nama Maria“ ini. (Guti)
Apa perbedaan antara aliran agama Katolik dan Protestan (Evangelis)?
Sekali lagi bahwa bagi mereka yang beragama Katolik atau Kristen Protestan adalah Kristen. Mereka percaya akan Tuhan dan Putranya, Yesus Kristus. Keduanya Dogma ini adalah arah dari Kepecayaan orang Kristen. Orang Katolik dan Protestan satu sama lain percaya bahwa Tuhan menerima dan mencintai kami. Juga ketika kita berdoa. Ciri orang kristen pada umumnya adalah mengasihi orang lain dan mengedepankan Dioalog dalam menyelesaikan konflik dengan jalan Damai. Dan Yesus sendiri selalui menjadi tokoh panutan dan contoh untuk mereka.
Dahulu mereka semua Katolik. 500 tahun lalu ini berubah. Jika ada yang ingin mengali dan mengerti lebih jauh, akan lebih baik jika mengenal sosok Marten Luther lebih dalam dan baik. Ketika itu dia seorang Biarawan yang memberontak. Dia memperhatikan bahwa Emperium Gereka ketika itu diperlakukan lebih baik dari pada senjata. Kemudian dia juga ingin bahwa umat dapat membaca Alkitab. Yang sekarang adalah buku terpenting dalam Gereja ini tidak dapat di baca dalam bahasa Jerman ketika itu. Oleh karenanya, hanya golongan terpelajar yang dapat membaca buku itu. Itu dirubah oleh Martin Luther. Dari Protes-Protesnya ketika itu bediriliah beberapa aliran lain selain agama katolik. Ketika itu Gereja Evangelis yang kemudian disebut Gereja Protestan.
Gereja Evangelis dan katolik mempunyai berbagai kesamaan-kesamaan. Tapi juga perbedaan yang bisa ditemukan. Misalanya kemudian Gereja Protestan tidak mempunyai Paus. Kemudian bagi mereka juga tidak mempunyai Parlement, yang membuat keputusan, sama halnya seperti Bundestag (DPR) [1]. Untuk orang Katolik, Paus ialah pemimpin Gereja tertinggi. Dia yang menentukan, apa yang bagi Gereja penting, dan apa saja yang harus orang Katolik perhatikan .
Bagi orang-orang Protestan, laki-laki dan perempuan dapat menjadi Pendeta dan Gembala atau pemimpin Ibadah/Misa. Kemudian mereka mereka juga diperbolehkan menikah dan mempunyai anak. Didalam Gereja Katolik hanya laki-laki yang boleh menjadi Pastor/Pendeta dan mereka tidak boleh menikah. Juga pada Alkitab ada perbedaan. Gereja Protestan misalnya tidak mempunyai Kitab Judit dan tidak memiliki kitab kebijaksanaan (Deutrokanonika). Atau dalam bahasa yunani diartikan „termasuk kanon kedua“ [2].
Perbedaan terbesar terletak ada di Ekaristi atau sakrament [4]. Dalam setiap Misa setiap umat menuju ke Altar. Pastor mengingatkan akan penjamuan terakhir, pada malam Jesus menghabiskan waktunya bersama rasul-rasulnya, sebelum Dia disalipkan. Ketika itu Dia membawa roti dan memberikan kepada Murid-Murid-Nya. Juga memberi Anggur kepada Mereka. Kedua santapan ini mereprensentasikan Tubuh dan darah Yesus, yang dia serahkan, agar dosa kita bisa ditebus.
Orang dari Protestan merayakan Perjamuan malam itu juga. Mereka mengerti Roti dan Anggur sebagai sebuah lambang. Mereka mereprensentasikan itu dengan tubuh dan darah Yesus. Dengan itu mereka ingin menujukan, bahwa Yesus sangat mencintai kita, oleh karenanya Dia mati dikayu salib. Orang Katolik percaya, bahwa Hosti dalam perayaan Ekaristi menjadi Tubuh Yesus dan Anggur sebagai darah Yesus.
Orang Katolik dan Protestan juga membuat perbedaan pada pasangan suami-istri. Nikah katolik, kemudian diasumsikan bahwa ikatan didepan Tuhan ini bersifat kekal dan abadi.
Jika ada Suami-istri dalam perjalan hidup bersama mereka, mereka memilih bercerai maka mereka tidak diperkenakan untuk menerima Hosti. Sedang Gereja Protestan melihat ini berbeda. Mereka yang sudah bercerai tidak memiliki pengecualian dalam menerima Hosti dan kemudian mereka juga nantinya diperbolehkan menikah [3].(Gusti Giyai)
Experiment ini Berhubungan erat dengan Aliran yang mengalir dalam sebuah Pipa yang memiliki luas aliran tertentu dan konstant. Dalam Experimentnya Osborne Reynold (1883) mengamati karakteristikum dari aliran yang mengalir horzontal melalui Pipa gelas. Dalam Pipa gelas tersebuk mengalir cairan pewarna tertentu ( biasanya Kaliumpermanganat KMnO4) yang berwarna violet. KMnO4 ini akan sangat larut dengan air maka sangat baik untuk dipakai dalam Experiment dari Reynold ini.[2]
Prinsip kerja
Prinsip kerja dari Experiment ini adalah sebagai berikut.
Mengisi Tabung dengan Air hingga penuh
membuka ventil antara pewarna dan Tabung air. Agar pewarna dapat mengalir keluar menuju ke Pipa gelas yang terletak horizontal dalam tabung berisi air melalu jarum dengan Diameter sekecil mungkin.
Membuka Ventil antara tabung dan Tabung penampung air terakhir dibawah meja Experiment
Ventil yang dibuka harus di putar perlahan-lahan dan kontinu agar perubahan bentuk dari benang warna yang mengalir dalam pipa gelas tadi dapat terlihat jelas.
Hasil dari Pengamatan Osborne Reynolds
Dalam pengamatan dia menyimpulkan bahwa Zat KMnO4 yang mengalir dalam tabung gelas sangat bergantung pada Kecepatan dari aliran air dan zat pewarna yang akan berbentuk garis ketika mengalir, diameter dari pipa gelas dan viskositas dari pewarna begitu juga air dalam tabung itu. Perubahan Viskositas Pewarna dan Air bergantung dari Temperatur dan Kepadatan air. Maka dalam pengamatan itu juga dia menyimpulkan bahwa terdapat tiga zona Aliran dalam perubahan dari KMnO4 yaitu aliran laminar, transisi dan tubulen.[1]
Manfaaf dari Experiment Reynold
Dalam Dunia Teknik Formel yang ditemukan Reynold berperan penting dalam membuat modelin sebuah mesin turbin pada pemabngkit listrik batu bara atau sayap pesawat. Juga dalam dunia Energi, pengembangan teknologi mesin energi terbarukan, dalam hal ini Turbin. Dimensi dan Model yang ciptakan harus selalu dibandingkan dengan Re (Bilangan Reynold) melalui teori kesamaan. Ini dikarenakan Turbin sendiri dipasang untuk sebuah kebutuan expansi Energie dari Aliran udara dan air.
Dalam Penelitian di Hochschule Zittau/Görlitz dapat dilihat dalam Video dibawa bahwa, Perubahan dari bilangan Reynold pada ketinggian air tertentu berubah sejalan dengan perubahan waktu. Dalam Video menujukan bahwa semakin kecil tinggi air dalam Tabung penampung itu maka semakin besar nilai bilangan Reynold.
(kothen 12/03/13) Tanpa disadari ternyata
perkembangan zaman sudah menjadi sebuah bumeran bagi orang muda khatolik.
St.Maria Kothen misalnya, disini dapat di temukan banyak sekali umat Katolik
muda (orang muda katolik) namun kebanyakan tidak ingin pergi ke gereja. Kebanyakan
dari mereka terbawa oleh arus zaman hingga lupa dimana jati diri mereka dan
kepada siapa mereka harus patut berterimakasih atas segala berkat yang
diberikan kepada mereka. Pada suatu minggu saya pergi beribadah dan bertemu dengan seorang
pastor tamu yang kebetulan datang ke kothen untuk menjalakan misi. Tentunya adalah
misi penyelamatan yaitu mengabarkan Injil. Lalu karena sakin penasaranya saya
dengan kondisi umat umat muda di Paroki ini saya pergi mendekat dan bertanya
kepada pastor itu saya “perkenalkan nama saya Agustinus giyai saya dari Papua
dan sedang kuliah disini dan juga saya umat baru disini” lalu pastor berbalik
kepada saya dan memperkenal dirinya pula Pastor” oh ya saya Pasto Frans dari
Leipzig saya sangat senang senang sekali bisa berbicang dengan anda karena nama
Papua saya hanya Pernah dengar dan menjadi sebuah materi yang kami bahas semenjak
kami menerima ilmu di bangku kuliah” . saya “ ya saya pikir pastor sudah tahu
semua tentang Papua dan kondisi Umat disana karena dahulu banyak misionaris
Jerman yang menjadi pengabar injil disana”. Pastor “ mungkin tidak terlalu
banyak namun cukup untuk saya mengerti bagi pengetahuan saya untuk Papua namun saya
harus paham bahwa iklim umat untuk berpastisipasi didalam kegiatan gereja dan
disini amat berbeda “. Saya “ ja itu sangat benar pastor” lalu dengan
berbincang seperti akhirnya saya berrtanya kepada pastor saya “ pastor di Kothen sini saya sering
sekali mengikuti misa di Kapel St.Anna dan di Paroki St. Maria ini namun yang menjadi pertanyaan besar buat saya sekarang adalah kenapa ya orang muda khatolik
tidak terlalu banyak mengambil bagian di Gereja padahal sebetulnya gereja
itukan bagian dari kehidupan yang amat terpenting ?” dengan spontan pastor itu
menjawab pertannyaan saya “ kami mengalami kesulitan untuk pengabaran injil di
kothen dan di Negara bagian Sachsen-Anhalt karena hanya 15 persen dari dari penduduknya yang menganut agama khatolik
dan 30 persennya adalah Kristen Protestan sedangkan yang lainnya adalah bagian
dari Pengaruh Anti Kris karena di Lepzig saja tempat dimana saya melayani
kira-kira ada 99 persen pengaruh anti kris disana. Oleh karena itu kesulitan
yang dialami untuk pekabaran injil di daerah ini sangatlah sulit seumpama
sebuah batu dengan berat 1 juta ton lalu yang dorong hanya 2 atau 4 orang saja.
Nah ini merupakan sebuah hal yang amat mustahil.
Sebagai generasi muda-mudi
gereja Katolik secara universal Tuhan mengajak kita untuk selalu menjadi terang
dan garam dalam perwujudan kita sebagai manusia. Karena pada kodratnya kita
adalah citra Allah yang muliah dan sejati. Tuhan tidak hanya memberikan
Tanggungjawab pelayanan kepada Para pastor dan Pendeta melainkan pada seluruh
umat manusia untuk menjadi berkat untuk orang di semping kita. Hal yang
terpenting dalam kehipan yang perlu untuk di ilhami adalah kesadaran akan diri
kita karena ketika kita menyadari akan segala sesuatu ada dalam diri kita maka
secara tidak langsung kita sudah dan sedang menuju kepada kesempurnaan. Namun
kita harus bahwa untuk menjadi sadar bahwa kita adalah milik Tuhan dan segala
sesesuatunya itu adalah miliknya. itu hanya dapat kita temukan didalam Dia yang
adalah Tuhan dan Sumber dari pada Kehidupan. Kadang banyak dari kita akan
mengalami penyembuhan batin ketika kita sedang berada dalam sebuah
kesulitan dan suasana yang luar biasa sulit untuk menemukan jalan keluar. Nah
ketika itulah banyak dari kita mendapat pertolongan dan kemurahan Tuhan. Kemurahan
dan Pertolongan inilah yang saya biasa katakan sebagai buah batu loncatan untuk
menjadi sempurna dan menjadi seorang sadar akan hidup. (by Guti)